GREEN CHEMISTRY
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK

MAKALAH KIMIA DASAR
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kimia Dasar

Oleh :
ISNA DEWIYANA
140110110001

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2011

KATA PENGANTAR

Assalamialaikum Wr.Wb.
Puji syukur saya panjatkan kepada Alloh SWT.Atas berkat dan rahmat-Nya makalh ini dapat terselesaikan.Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW,kepada para keluarganya,para sahabatnya dan semoga sampai kepada kita selaku umatnya.
Makalah ini berjudul “PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK” yang diajukan untuk memenuhi tugas kimia dasar di jurusan matematia Fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam universitas padjdjaran.
Terselesaikanya makalah ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak,baik secara langsung ataupun tidak langsung.dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :
1. Ayah dan Ibu yang telah berjuang serta mendoakan dan selalu memberi dukungan penuh baik moril ataupun materil kepada penulis agar selalu semangat untuk meraih cita-cita.
2. Ibu Dra.Nenden Indrayani Aggraeni ,M.S selaku Dosen Mata Kuliah Kimia Dasar yang tidak bosan membimbing penulis dalam menyusun makalh ini.
3. Rekan-rekan Mahasiswa S-1 Jurusan Matematika Angkatan 2011
Semoga dukungan dan bimbingan yang telah diberikan kepada penulis mendapat pahala yang berlimpah,dan bagi yang membaca akan menjadikan wawasan baru yang bermanfaat.Amin.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Jatinangor ,Desember 2011

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………….. i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………….. ii
BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………………………… 1
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………. 2
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………….. 3
1.3 Identifikasi Masalah………………………………………………….. 3
1.4 Tujuan…………………………………………………………………….. 3
BAB 2 PEMBAHASAN………………………………………………………………… 4
2.1 Pengertian………………………………………………………………… 4
2.1.1 Jenis-jenis Utama Plastik………………………………… 4
2.1.2 Pembuatan Plastik………………………………………….. 9
2.2 Pengolahan Limbah Daur Ulang…………………………………. 10
2.2.1 Sebagai Matrik……………………………………………….. 11
2.2.2 Mozaik Sampah Plastik…………………………………… 13
BAB 3 PENUTUP…………………………………………………………………………. 18
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………. 18
3.2 Saran……………………………………………………………………….. 18
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………. 19

BAB 1
PENDAHULUAN
Green Chemistry adalah suatu falsafah atau konsep yang mendorong desain dari sebuah produk ataupun proses yang mengurangi ataupun mengeliminir penggunaan dan penghasilan zat-zat (substansi) berbahaya.
Konsep Green Chemistry itu sendiri berasal dari Kimia Organik, Kimia Anorganik, Biokimia, dan Kima Analitik. Bagaimanapun juga, konsep ini cenderung mengarah ke aplikasi pada sektor industri. Patut digarisbawahi di sini, bahwa Green Chemistry berbeda dengan Environmental Chemistry (Kimia Lingkungan). Perbedaannya adalah sebagai berikut.
Green Chemistry lebih berfokus pada usaha untuk meminimalisir penghasilan zat-zat berbahaya dan memaksimalkan efisiensi dari penggunaan zat-zat (substansi) kimia. Sedangkan, Environmental Chemistry lebih menekankan pada fenomena lingkungan yang telah tercemar oleh substansi-substansi kimia.

Green Chemistry disebut juga sustainable chemistry, merupakan sebuah filsafat kimiawi yang mendorong desain produk dan prosesnya untuk mengurangi atau menghilangkan pemakaian dan generasi dari zat-zat berbahaya. Lingkungan kimiawi disini melingkupi lingkungan alami dan green chemistry di lingkungan alami berfungsi untuk mengurangi dan mencegah polusi lansung dari sumbernya. Green Chemistry sangat efektif karena mengakplikasikn solusi saintifik yang inovatif bagi situasi lingkungan dunia.

Green chemistry itu sendiri memiliki 12 prinsip yaitu:
1. Mencegah limbah: Mendesain sintesa kimiawi untuk mencegah limbah, tak meninggalkan limbah untuk ditindaklanjuti atau dibersihkan.
2. Mendesain zat kimiawi dan produk kimiawi yang aman: Mendesain sintesa untuk digunakan dan menghasilkan zat kimia yang tidak atau hanya sedikit menjadi racun bagi manusia dan lingkungannya.
3. Mendesain sintesa kimii yang tidak terlalu berbahaya: Mendesain sintesa untuk digunakan dan menghasilkan zat kimia yang tidak atau hanya sedikit menjadi racun bagi manusia dan lingkungannya
4. Menggunakan bahan baku yang bisa diperbarui: Menggunakan material dan bahan baku yang bisa diperbarui dari pada yang tidak bisa diperbarui. Bahan baku yang bisa diperbarui biasanya dibuat dari produk agrikultur atau merupakan limbah dari proses, sedangkan bahan baku yang tidak bisa diperbarui berasal dari fossil atau merupakan hasil tambang.
5. Menggunakan pengkatalis, bukan bahan reaksi stoikometri: Meminimalkan limbah dengan reaksi katalik. Pengkatalis digunakan dalam jumlah kecil dan membawa sebuah reaksi tunggal kecil secara berulang beberapa kali. Pengkatalisi diutamakan dibandungkan dengan bahan reaksi stoikometri yang digunakan secara berlebih dan hanya bekerja sekali.
6. Menghindari turunan kimiawi: Menghindari penggunaan grup penghambat atau pelindung atau perubahan sementara jika memungkinkan. Turunan menggunakan bahan reaksi tambahan dan menhasilkan limbah.
7. Memaksimalkan ekonomi atom: Mendesain sintesa agar produk akhir mengandung proporsi maksimum dari materi awal yang digunakan. Kalau ada atom yang terbuang, sebaiknya hanya sedikit.
8. Gunakan pelarut dan kondisi reaksi yang aman: Hindari penggunaan pelaruut, agen pemisahan, atau pelengkap kimia lain. Jika penting, gunakan zat kimia yang tidak berbahaya.
9. Tingkatkan efisiensi energi: Jalankan reaksi kimia pada suhu dan tekanan yang sesuai dengan lingkungan kapan pun bisa.
10. Mendesain zat kimia dan produk yang dapat terurao setelah digunakan: Mendesain produk kimiawi yang terurai ke dalam zat yang tidak berbahaya setelah digunakan supaya tidak terakumulasi dalm lingkungan.
11. Menganalisa dalam waktu sesungguhnya untuk mencegah polusi: Melakukan pemantauan dan pengontrolan waktu sesunggunya selama sintesa berlangsung untuk meminimalkan atau menghilangkan pembentukan limbah.
12. Meminimalkan potensi terjadinya kecelekaan: Mendesain zat kimia dan bentuknya untuk meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan kimiawi termasuk ledakan, kebakaran, dan pelepasan ke dalam lingkungan.

Sejalan dengan prinsip di atas green chemistry sangat penting untuk kita pelajari dan kembangkan karena jika di lihat dari prinsip green chemistry itu sendiri sangat bermanfaat untuk kehidupan masa kini.
Sebagai mahasiswa matematika saya mengkaji green chemistry ini saya mencoba menjalankan ini ke sektor bisnis,dengan menngunakan teori peluang.
1.1 Latar belakang
Akibat dari semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula buangan/limbah yang dihasilkan.Limbah/buangan yang ditimbulkan dari aktivitas dan konsumsi masyarakat sering disebut limbah domestik atau sampah.Limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya.Selain itu aktifitas industri yang kian meningkat tidak terlepas dari isu lingkungan.Industri selain menghasilkan produk juga menghasilkan limbah. Dan bila limbah industri ini dibuang langsung ke lingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.
Di zaman sekarang ini banyak sekali sampah botol plastik dan plastik bekas produk makanan yang tersebar di mana mana,menjadi suatu hal yang menjijikan bila dilihat.dan berlanjut dengan pencemaran lingkungan seperti polusi udara,timbul berbagai macam penyakit,kotornya kadar air,dan lain sebagainya.
Dengan menjalankan prinsip green chemistry kondisi sampah seperti itu bisa teratasi dan dapat di daur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat.salah satu contohnya dengan menjadikan sampah botol plastik menjadi suatu aneka souvenir dan sampah plastik bekas produk makanan dapat di jadikan tas belanja dengan berbagai model dengan harga terjangkau.

1.2 Rumusan Masalah
Dalam perumusan masalah ini adalah bagaimana mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.Penelitian ini diperinci menjadi cara mengolah limbah plastik menjadi bentuk souvenir agar limbah plastik di Bumi dapat berkurang.
1.3 Identifikasi Masalah
Karena sampah plastik butuh waktu ratusan tahun untuk terurai. Sampah plastik yang dibiarkan di tanah akan menjadi polutan yang kalau dibakar akan menambah kadar gas rumah kaca di atmosfer. Karena itu, salah satu langkah mencegahnya adalah dengan mendaur ulang sampah-sampah plastik itu.
1.4 Tujuan
Sampah plastik yang ditimbun di dalam tanah atau dibakar bisa mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan.Untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan plastik, sampah plastik hendaknya dimanfaatkan kembali atau didaur ulang.
Daur ulang plastik tak hanya bisa menjaga kelestarian alam.Tapi juga bisa mendatangkan keuntungan ekonomi.Apalagi, jika pengelolaan sampah plastik itu dilakukan dengan serius dan mendapatkan dukungan pemerintah.
Tidak hanya membawa dampak positif bagi lingkungan, daur ulang plastik juga dapat membuka lapangan kerja baru, seperti tenaga sortir plastik, tenaga giling,tenaga pengepakan sampai staf administrasi dan keuangan.

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Istilah sampah pasti sudah tidak asing lagi ditelinga.Jika mendengar istilah sampah, pasti yang terlintas dalam benak adalah setumpuk limbah yang menimbulkan aroma bau busuk yang sangat menyengat. Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah adalah zat kimia, energi atau makhluk hidup yang tidak mempunyai nilai guna dan cenderung merusak.Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak (wikipedia).
Nama plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia.Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bentuk thermoplastic.
2.1.1 Jenis-jenis Utama Plastik
Jenis utama plastik diantaranya adalah PE (Poly Etylene), PP (Poly Propylene), PS (Poly Styrene), PET (Poly Etylene Therephtalate), PVC (Poly Vinyl Clhorida).
A. PE (Poly Etylene)
Monomer : etena (CH2 = CH2)

Polyetylene ada 2 jenis, yaitu linier dan bercabang dengan struktur sebagai berikut

Kegunaan dan sifat :
– kantong plastik, botol plastik, film, cetakan
– pembungkus kabel modern
– tidak tahan panas
– fleksibel, permukaannya licin
– tidak tembus cahaya (buram) dan ada yang tembus cahaya
– titik lelehnya 115ºC

B. PP (Poly Propylene)
Monomer : propena (CH3 – CH = CH2)
Unit ulang polimer :

Kegunaan dan sifat :
– kantong plastik, film, automotif
– maianan mobil-mobilan, ember, botol
– lebih tahan panas
– keras, flexible, dapat tembus cahaya
– ketahanan kimianya bagus
– titik lelehnya 165ºC

C. PS (Poly Styrene)
Monomer : styrene

Kegunaan dan sifat :
– tidak buram, seperti glass
– kaku, mudah patah
– buram terhadap sentuhan
– meleleh pada 95ºC
– untuk penggaris, gantungan baju
– tempat menyimpan dalam kulkas, pembungkus industri minuman
– catridge printer
Reaksi :

D. PET (Polyethylene Terephtalate)
Monomer : ethyl terephtalate

Kegunaan dan sifat :
– jelas, keras, tahan terhadap pelarut
– tititk lelehnya 85ºC
– botol minuman berkarbonasi
– botol juice buah
– tas bantal dan peralatan tidur
– fiber tekstile
Unit ulang polimer :
Gambar 16.61 Unit Ulang PET

E. PVC (Poly Vinyl Chlorida)
Monomer : Vinyl Chlorida

Kegunaan dan sifat :
– karpet, kayu imitasi
– pipa air (paralon), alat-alat listrik, film
– Jas hujan
– Botol detergen
– Keras dan kaku
– dapat bersatu dengan pelarut
– tititk lelehnya 70 – 140ºC

2.1.2 Cara Pembuatan Plastik
Cara pembuatan plastik dapat dijelaskan dengan bagan berikut ini :

Plastik juga merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berahaya bagi lingkungan.Limbah daripada plastik ini sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami.Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna.Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia,penggunaan bahan plastik bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita. Padahal apabila kita sadar, kita mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse) kantung plastik yang disimpan di rumah. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah mengurangi limbah plastik yang dapat terbuang percuma setelah digunakan (reduce). Atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle).Bayangkan saja jika kita berbelanja makanan di warung tiga kali sehari berarti dalam satu bulan satu orang dapat menggunakan 90 kantung plastik yang seringkali dibuang begitu saja. Jika setengah penduduk Indonesia melakukan hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta kantung plastik yang mencemari lingkungan. Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang terbuang percuma. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia yang masih malu jika membawa kantung plastik kemana-mana. Untuk informasi saja bahwa di supermarket negara China, setiap pengunjung diwajibkan membawa kantung plastik sendiri dan apabila tidak membawa maka akan dikenakan biaya tambahan atas plastik yang dikeluarkan pihak supermarket.

2.2 Pengelolaan Limbah Plastik Dengan Metode Recycle (Daur Ulang)

Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Di Indonesia, pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Sisi jelek pemakaian kembali, terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar (Syafitrie, 2001).

Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan (biji, pellet, serbuk, pecahan), limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya (Sasse et al.,1995).

Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju.Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju, dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi.Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia (Syafitrie, 2001).

Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah berkembang pesat. Hampir seluruh jenis limbah plastik (80%) dapat diproses kembali menjadi barang semula walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untuk meningkatkan kualitas (Syafitrie, 2001). Menurut Hartono (1998) empat jenis limbah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu polietilena (PE), High Density Polyethylene (HDPE), polipropilena (PP), dan asoi.

2.2.1 Plastik Daur Ulang Sebagai Matriks

Di Indonesia, plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah. Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui.Pada tahun 1980 an, di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang-tiang kayu atau besi.Di Swedia plastik daur ulang dimanfaatkan sebagai bata plastik untuk pembuatan bangunan bertingkat, karena ringan serta lebih kuat dibandingkan bata yang umum dipakai (YBP, 1986).
Ada beberapa cara pengurangan sampah yang lebih baik yaitu seperti yang diterangkan dalam web wahli. Ada empat prinsip yang dapat digunakan dalam menangani maslah sampah ini. Ke empat prinsip tersebut lebih dikenal dengan nama 4R yang meliputi:

Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali.Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
Replace (Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.
Tentunya cari ini akan lebih baik digunakan dari pada dengan cara pembakaran. Karena selain mengurangi efek pemanasan global dengan mengurangi volume gas karbondioksida (CO2 ) yang dihasilkan, cara ini tidak mempunyai efek samping baik bagi masyarakat ataupun lingkungan. Seperti kata pepatah pencegahan penyakit akan lebih baik dari pada mengobatinya. Kata bijak ini juga bisa digunakan dalam strategi penanganan sampah yakni mencegah terbentuknya sampah lebih baik dari pada mengolah/memusnakan sampah. Karena bagaimanapun mengolah/ memusnahkan sampah pasti akan menghasilkan jenis sampah baru yang mungkin saja lebih berbahaya dari sampah yang dimusnakan.
Pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda, misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember.
Plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah.Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui.Pada tahun 1980 an, di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang-tiang kayu atau besi.

Awalnya, plastik diolah dari minyak bumi yang kemudian menghasilkan monomer yang terdiri dari unsur karbon, oksigen, dan hidrogen.Monomer itu kemudian diubah menjadi polimer dan dikenal dengan sebutan plastik.Sejak diproduksi secara besar-besaran pada 1940, kegunaan plastik untuk pelbagai keperluan, telah menjadikan plastik sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan masyarakat dunia.Tahun ini, diperkirakan lebih dari 300 juta ton plastik diproduksi di dunia.

Plastik jenis polystyrene yang biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan styrofoam merupakan plastik yang paling sulit terurai. Bayangkan, proses penguraian plastik jenis itu bisa mencapai 1.000 tahun! Tidak hanya sulit terurai di alam, styrofoam yang kerap digunakan sebagai wadah makanan ternyata membahayakan kesehatan. Pasalnya, salah satu zat pembuat styrofoam, yaitu benzena, yang notabene merupakan bahan karsinogeik (mengandung racun)

akan meleleh dan bereaksi secara kimia apabila terkena panas atau asam. Lelehan tersebut akan berpindah ke makanan yang diletakkan di dalamnya yang kemudian bisa saja ikut terkonsumsi oleh manusia. Selain berdampak buruk terhadap kesehatan, sampah plastik menyebabkan kerusakan lingkungan. Plastik yang ditimbun di dalam tanah akan mengganggu kesuburan tanah. Bahannya yang tidak bisa terurai akan menahan pertumbuhan akar tanaman.

Proses pengambilan oksigen oleh tanah pun akan terhambat sehingga tanah tidak lagi gembur. Menimbun sampah plastik di dalam tanah hanya akan menimbulkan persoalan. Selain menurunkan kualitas tanah, sampah plastik mencemarkan air tanah akibat terserapnya zat-zat kimia yang terkandung dalam plastik.
Pemanfaatan sampah plastik selama ini masih belum maksimal. Sampah plastik hanya diolah menjadi produk yang monoton dan tidak ada variasi, seperti ember, tempat tabungan, dan piring plastik yang proses pembuatannya melibatkan bahan kimia berbahaya. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pemanfaatan sampah plastik yang lebih inovatif dan ramah lingkungan. Salah satunya dengan membuatnya sebagai bahan baku pembuatan kerajinan mozaik.
Kerajinan mozaik plastik digunakan sebagai media pengganti pembuatan kerajinan mozaik keramik atau kaca. Produk mozaik dari sampah plastik memiliki inovasi baru daripada kerajinan mozaik yang ada selama ini berada di pasaran yang mana biasanya berbahan baku kaca atau keramik. Bahan sampah plastik dipilih karena sifatnya yang tahan lama, ketersediaannya melimpah, murah, mudah dibentuk, dan memiliki karakteristik efek pencahayaan yang mirip dengan kaca atau keramik. Dengan bahan baku yang murah ini menjadikan mozaik sampah plastik memiliki harga yang lebih murah daripada yang terbuat dari kaca atau keramik.
Kerajinan mozaik sampah plastik ini selain dapat memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang menambah nilai ekonomis dan digunakan oleh masyarakat sebagai peluang usaha kerajinan, tetapi juga dapat membantu dalam menanggulangi pencemaran lingkungan.
2.2.2 Proses pembuatan mozaik sampah plastik
A. Alat yang diperlukan :
Gunting dan cutter untuk memotong, pensil untuk menggambar sketsa, kuas, karbon untuk membuat pola dan menggandakan pola, penggaris. Adapun bahan yang digunakan adalah berbagai sampah plastik, kertas manila, lem super, cat poster, media penempelan seperti triplek, tempat tissue, kertas karton, serta media penempelan lainnya.
B. Proses pembuatan kerajinan mozaik dengan bahan baku sampah plastik adalah:
Proses pembuatan mozaik sampah plastik yaitu dengan menyortir sampah plastik, membersihkan sampah plastik, memotong-motong sampah plastik sesuai dengan pola yang diinginkan, menggambar pola di media, menempelkan sampah plastik sesuai dengan pola, dan finishing
Selama ini kebanyakan daur ulang atau pemanfaatan kembali sampah plastik selalu identik dengan pengolahan yang menggunakan zat-zat kimia industri dan menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Limbah-limbah yang dihasilkan dari proses daur ulang dengan menggunakan zat kimia akan mencemari tanah, air, dan lingkungan sekitar lainnya.
Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi.
Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul.Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Akan tetapi, dalam program ini kami mengolah limbah plastik menjadi suatu produk yang lebih bernilai guna tanpa melibatkan bahan kimia berbahaya. Kami memanfaatkan limbah plastik untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan kerajinan mozaik. Pembuatan kerajinan mozaik sampah plastik sama sekali tidak menimbulkan pencemaran lingkungan karena pembuatan kerajinan ini beproses secara mekanis tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Selain menambah nilai jual dari sampah plastik, program ini juga berpotensi sebagai peluang usaha yang mampu membuka lapangan kerja serta dapat menyelamatkan linkungan dari sampah plastik yang terus menumpuk. Sehingga program kami merupakan program pemanfaatan kembali sampah-sampah plastik tanpa mencemari/merusak lingkungan (ramah lingkungan).
Kerajinan mozaik sampah plastik memiliki kualitas yang baik. Hal tersebut diindikasikan dari aspek, pertama jika dibandingkan dengan kerajinan mozaik berbahan baku keramik atau pecahan kaca, mozaik sampah plastik bahan bakunya lebih mudah didapatkan dan awet (tidak mudah rusak) jika didukung dengan perawatan yang baik. Dilihat dari bahan bakunya, produk kerajinan mozaik sampah plastik ini harganya akan lebih murah jika dibandingkan dengan produk kerajinan mozaik yang telah ada. Kedua, mozaik sampah plastik memiliki daya tarik yang tinggi, hal tersebut terlihat dari 90% responden yang mengatakan tertarik dengan mozaik sampah plastik dan 100% responden mengatakan setuju untuk dikembangkan. Ketiga, keawetan produk kerajinan mozaik sampah plastik ini bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.Hal ini dikarenakan plastik merupakan bahan yang tidak mudah terurai sehingga plastik bisa bertahan dalam waktu yang sangat lama.Plastik merupakan bahan yang lentur dan tidak mudah pecah sehingga membuat kerajinan mozaik sampah plastik ini kuat.Pada produk berupa hiasan dinding dapat diperindah dengan memasang bingkai sebagai.Bingkai juga dapat difungsikan sebagai pelindung agar tempelan potongan plastik tidak mudah lepas karena sentuhan tangan. Keempat, mozaik sampah adalah produk yang ramah lingkungan karena sama sekali tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, bahkan mampu mengurangi pencemaran karena mengurangi volume sampah plastik.
Berikut adalah berbagai produk kerajinan mozaik sampah plastik yang dihasilkan :

Hiasan Dinding Mozaik Sampah Plastik Motif Ukir

Hiasan Dinding Mozaik Sampah Plastik “Sang Bangau”

Hiasan Dinding Mozaik Sampah Plastik “The Exotic Flower“

Hiasan Dinding Mozaik Sampah Plastik “Kaligrafi Allah”

Vas Bunga Mozaik Sampah Plastik

Tempat Tisu Mozaik Sampah Plastik

Tempat Tisu Mozaik Sampah Plastik “Lucu”

Tempat Telur Mozaik Sampah Plastik” UKM Penelitian Tercinta

BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia.Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Daur ulang plastik memberikan manfaat yang sangat baik bagi kehidupan masa kini,dimulai dari mencegah global warming sampai souvenir.

3.2 Saran
Pengolahan limbah plastik saat ini perlu perhatian khusus mengingat semakin banyaknya volume plasti di lingkungan sekitar. Dengan pengolahan plastik ini diharapkan lingkungan sekitar bisa tetap alami tidak tercemar dan mewujudkan suatu manfaat yang lebih baik.

Daftar pustaka
Wilson (1986). Hospital waste disposal system. United States Patent : 4,618,103

http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah

http://id.wikipedia.org/wiki/Sampah

http://www.dephut.go.id/INFORMASI/SETJEN/PUSSTAN/info_5_1_0604/isi_4.htm

http://onlinebuku.com/2009/01/20/pengolahan-limbah-plastik-dengan-metode-daur-ulang-recycle/

http://ekookdamezs.blogspot.com/2011/05/makalah-dampak-limbah-terhadap.html
http://youdee12.wordpress.com
http://cara pembuatan plastik, jenis utama plastik, Polu Etylene, Poly Etylene Therephtalate, Poly Propylene, Poly Styrene, Poly Vinyl Clhorida.html
http://onlinebuku.com/2009/01/20/pengolahan-limbah-plastik-dengan-metode-daur-ulang-recycle/
http://mieftachzone.blogspot.com/2009/03/pemanfaatan-sampah-plastik.html
http://mastermesin.com/tag/manfaat-sampah-plastik/http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_material/manfaat-baru-botol-plastik-bekas/
http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_material/manfaat-baru-botol-plastik-bekas/
http://kumpulan-artikel-menarik.blogspot.com/2010/07/jangan-menimbun-dan-membakar-sampah.html
http://mozaikplastik.wordpress.com/
http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_material/manfaat-baru-botol-plastik-bekas/